Tuhan (dalam Sebuah Senyum dan Penggalan Puisi)
Konon “ bacanya jangan dibalik”
Pada saat akan diciptakan
mahluk yang diberi nama manusia yang terbentuk atas partikel – partikel
kecil dengan kekuatan sangat besar, timbullah satu pertanyaan
dari mahluk tuhan yang lain-Nya yaitu malaikat. Malaikatpun bertanya
kepada tuhan dan meragukan manusia yang tidak akan saling membunuh dan
baku hantam. Tetapi tuhanlah yang tahu betul tentang itu semua dan
tetap menciptakan manusia.
Kebenaran tentang ketakutan – ketakutan
yang selama ini dikhawatirkan pun terjadi. Manusia saling baku hantam
dan saling membunuh “dalam artian luas”. Yang kesemuanya itu
dikarenakan oleh pembangkangan dan janji Iblis pada tuhan hingga nanti.
Pernahkah kalian melihat Tuhan tersenyum dan bepuisi ?
Mungkin Tuhan telah muak dan jika Ia
boleh protes maka Ia-pun aka protes terhadap kita semua yang telah
mengambil lahan kerja-Nya secara tidak langsung karena jika kita pikir
sedikit, maka secara tidak langsung kitapun telah membunuh Tuhan dalam sebuah karakter yaitu sebagai karakter zat tunggal yang maha.
Maka tidaklah heran jika sebelum
manusia diciptakan malaikat bertanya kepada tuhan dan meragukan manusia
yang tidak akan saling membunuh dan baku hantam. Dalam firman-Nya pun telah dikatakan bahwa tanda – tanda kehancuran dunia dan semesta kita yaitu bermunculan binatang –binatang melata yang dapat berbicara. Binatang … kitapun “manusia” masuk kedalam kategori binatang dilihat dari agama dan sains yang kebetulah dan dengan sengaja diberi akal.
Jadi kehancuran dunia dan semesta kita dalah binatang – binatang dalam
artian luas pula. Artinya adalah manusialah yang menghancurkan dunia
dan semesta ini secara perlahan dan pasti. Dalam Ilmu biologi laju
pertumbuhan manusia dan makanan tidak sebanding atau lebih banyak
manusianya.
Logika sederhananya adalah jika satu
(1) pohon dapat menghasilkan satu buah dan manusianya melahirkan satu
(1) anak maka pertumbuhan dapat dikatakan berbanding lurus. Tetapi jika
satu (1) pohon menghasilkan (1) buah dan manusianya melahirkan empat
(4) anak maka akan terjadi perebutan makanan dengan dalih bertahan
hidup. Inilah yang terjadi.
Bertahan hidup dengan segala cara,
saling menjatuhkan, menghasut dan kesombongan untuk menunjukan
eksistensipun terjadi antar mahluk tuhan yang kesemuanya
berawal dari perut dan bawah perut serta tidak memanfaatkan fungsi hati
“nurani” sebagai zat imunity terhadap perlawanan racun “iri hati” yang
masuk kedalam tubuh dan mrngalir melalui pembuluh darah serta masuk dan
mempengaruhi akal sehat.
Berfikirlah !
Sebuah kisah klasik tentang dua sisi yang berbeda yaitu ahli ibadah dan ahli maksiat.
Pada saat si ahli maksiat datang pada
ahli ibadah, ahli maksiat bertanya , hai kau yang rajin beribadah
bagaimana kau tahu tentang tuhan ? Lalu ahli ibadah mengatakan sombong
sekali kau menyakan tentang tuhan dank au selalu melakukan maksiat. Dan
kau pastiakan masuk neraka. Ahli maksiatpun tersenyum dan berkata wahai
kau ahli ibadah jika kau memang dekat dengan tuhan tolong sampaikan
jika aku masuk neraka nanti aku mau disampingku ada yang rokok samsu
sehingga pada saat malaikat letih dan mulai bosan menyiksaku disela –
sela waktu itu aku akan menikmati hisapan rokok samsu sebatang demi
sebatang ditemani panas neraka. Lalu ahli ibadah pun berkata kau akan
ditempatkan di neraka paling bawah “jahanam”.
Dan ketika kematianpun terjadi pada
keduanya si Ahli Ibadah berpesan dikubur dengan barang – barang
berharga yang disukainya sedangkan si ahli maksiat minta dikubur dengan
sebungkus rokok samsu……silahkan lanjutkan. “Cerita diambil dari Kisah Psikologi Kematiah”
Sepengal kisah diatas adalah
menggambarkan bahwa yang menentikan surga dan neraka adalah orang yang
menganggap dirinya benar,selalu meng-klaim orang lain bersalah dan
tidak mau dikirtik orang lain.
Jika diamati lebih seksama maka Tuhan pun akan dan telah tersenyum pada orang – orang yang mau sedikit berfikir,
karena dengan berfikir maka secara tidak langsung manusia telah
menjalankan tugas-Nya sebagai khalifah dimuka bumi dan bukan terhadap
orang yang rajin ibadah dan tetap sombong serta tak mau berfikir.
Sadrilah surga – neraka baik
dan buruk mutlak milik tuhan dan tuhanlah yang berhak menentukan-Nya
bukan kita, kami, kalian atau siapapun. Kebenaran tuhan
bukanlah sebuah komoditas yang tersusun dan terbentuk oleh muatan
politis dan kekuasaan yang mempengaruhinya “tidak parpol atau ormas”.
Maka tidaklah heran ketika tuha coba bernyani dan berpuisi sedikit
melalui penggalan – penggalan bait yang dilantunkannya melalui
peristiwa yang telah terjadi. Hasil dari bernyanyi dan berpusinya tuhan
adalah alam menjadi tidak stabil, gempa bumi, tsunami, gunung meletus,
angin ribut serta lainnya.
Tuhan tidak akan pernah merasa
dirugikan jika pekerjaan-Nya diambil alih oleh mahluk-Nya dan tidak
juga merasa dibunuh karakternya oleh mahluknya yang sombong. Dan
tuhanpun tidak merasa diuntungkan jika semua mahluk-Nya yang rajin
beribadah dan berdo’a kepada-Nya.
Maka jika kita bertanya tentang tuhan
tanyakanlah pada hati suci “nurani” mu yang tak pernah berdusta meski
mulut mengatakan dusta dengan segala kesombongannya. Sadarilah ketika
kita sudah berani menentukan halal dan haram, sesat atau tidak maka
kitapun telah mengambil alih peran dan kerja tuhan yang maha menentukan.
Janganlah salahkan gejala alam yang
terjadi, karena alam hanya bergoyang dan coba menghibur dirinya dengan
lantunan bait puisi dan lagu yang dinyanyikan tuhan. Ketika tuhan
tersenyumpun alam raya kita akan menmperlihatkan wajah yang berseri –
seri dengan canda dan tawa riangnya.
Korelasi antara alam yang bergejolak
disebabkan oleh faktor – faktor diatas antara lainnya yaitu alam kita
sudah muak dieksplorasi oleh manusia tanpa memnerinya sumbangsih
kepadanya. Dalam agama mungkin bahsa seperti ini disebut dengan azab
tuhan, teguran dan lain sebagainya. Begitu juga tuhan yang maha
menciptakan selalu disingkirkan oleh mahluk yang diciptakannya. Apakah zat maha pencipta harus kehilangan identitas-Nya dan dibunuh karakternya oleh manusia ?



0 komentar:
Posting Komentar
Kumaha tah saur anjeun.....