HAKIKAT AL-QUR'AN
Hakikat Al-Quran sesungguhnya itu ada didalam Diri manusia, hanya saja dalam bentuk apa?
itulah yg seharusnya dicari oleh manusia yg mengaku beriman, kalau yg dicari berbentuk kitab dan berhuruf dan berupa, maka itu adalah mustahil. Karena tidak mungkin alqur'an berbentuk itu dimasukan didalam diri manusia.
Al-Qur'an yg dimaksud oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala itu bukan berbentuk kitab yg berjilid dan naskah, akan tetapi, ia adalah berbentuk JAUHAR (cahaya) yangg sukar untuk dilihat tanpa bimbingan seorang guru Mursyid. Karena jauhar ini berfungsi sebagai IMAM sebagaimana yangg dikehendaki oleh Allah, kepada setiap muslim.
Al-Qur'an yg dimasukan kedalam diri manusia itu bukan berbentuk jirim, jisim atau jauhar yg fardhi karena istilah tersebut adalah dalam bentuk istilah dan bendanya. Sebagai mukmin dan mukminah, kita harus bersyukur sudah mendapatkan inti al qur'an yaitu : Talqin dzikir.
Iqro artinya bacalah ---> sebagai awal kata ucapan dari kalam.
Bismirobbika artinya Dengan Nama Tuhanmu, yaitu : ---> Bi-Ismi-Allah-Ar Rahman-Ar Rahim, karena kalam bermula dari 'Asma Allah Ar-Rahman Ar-Rahim.
Ladzi kholaq artinya yang telah menciptakanmu. ---> "Qaff" pada kata "Kholaq" adalah : manifestasi dari "Kun", tapi khusus pada manusia, Allah mengatakan : ---> "Rafakhtu Fiihi Mirruhi". Kaitannya dengan Al-Qur'an adalah "Qaff" itu sendiri.
Mari kita Perhatikan kata-kata berikut :
khaliQ-iQro-Qolaa-kholaQ-Qalam-Qur'an
Arti dan maknanya :
---> Tuhan (Allah) mengajarkan membaca firman-Nya kepada ciptaan-Nya melalui perantara kalam yang disempurnakan dalam Al-Qur'an.
Jadi ,
kesemuanya itu berkaitan antara satu dengan yang lain oleh "Qaff".
Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi Wasallam menerima wahyu dan dimasukan kedalam hati ( Ruhani ) oleh malaikat jibril As. ---> lihat (QS. Al-Baqarah 97) dan ( QS. Al-Qiyamah 17 ) maka ,
jadilah IMAN dihati atau yg lebih populer disebut:
---> DIRI BATHIN, <---> inilah asal usul RUKUN IMAN.
Ketika DIRI BATHIN ini ditulis dan berhuruf maka jadilah Al-QUR'AN 30 JUZ yg berisi firman Allah dari diri bathin tersebut .
Rasulullah bersabda:
"Tidak kutinggalkan kepadamu dua perkara, dimana kamu tidak akan tersesat jikalau berpegang teguh pd keduanya yaitu; Kitab Allah dan Sunah Nabi ". ( HR. Imam Bukhori ).
Jika Rasul Allah yang agung mendapati wahyu ke dalam hati beliau, maka hati-hati umatnya yang senantiasa tunduk dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya, bukan mustahil juga akan dinugerahi pengajaran Al-Qur’an dan As-Sunah yang mendalam (Al-Hikmah).
Apa yang telah diwahyukan oleh Allah melalui perantaraan Jibril a.s. kepada Rasulullah tidak berarti akan diwahyukan lagi kepada umatnya!
Bukan itu yang dimaksud diajarkan Al-Qur’an dan As-Sunah ke dalam hati kaum mukmin! Akan tetapi,
petunjuk Allah Yang Maha Mulia akan dipancarkan ke dalam jiwa seseorang yang beriman untuk memahami dengan pasti setiap kandungan yang dimuat di dalam ayat-ayat-Nya atau perkataan Nabi-Nya !
Dengan begitu,
dia (di antara kaum mukmin) tidak menemukan kegelapan ketika memaknai ayat-ayat-Nya atau hadits Nabi-Nya!
Allahu Akbar wa lillahil hamdu! Allah Maha Besar, segala puji patut hanya untuk diri-Nya! Kemaha luasan Ilmu Allah tak perlu diperdebatkan! Musykil Allah Azza wa Jalla diragukan! Hanya orang-orang yang tidak berimanlah yang menyangsikan-Nya.
" Al-Qur'an yang asli itu Turun Pastilah ke dalam Hati ".
Wassalam...
🙏🙏🙏



0 komentar:
Posting Komentar
Kumaha tah saur anjeun.....