BATU DAN AIR
Perhatikanlah BATU, setiap ia disatukan, senantiasa berbentur dan saling menendang.
Berbeda dengan AIR, ketika ia disatukan, ia MENYATU SENYAWA SALING MENGISI.
Apa yang membedakannya..?
BATU mempunyai "kepadatan" atau densitas yang jauh lebih tinggi dari air.
Itulah sebabnya bentuknya PADAT & tidak "CAIR" seperti air.
Demikian juga MANUSIA.
Kebanyakan orang pintar (baca: "BERISI") akan cenderung selalu mau berdebat, berbantahan bahkan berkelahi ketika berkumpul, terutama karena kepalanya dibuat membatu oleh kepintarannya.
Berbeda dengan orang BIJAKSANA, Ia akan SELENTUR AIR ketika berkumpul.
Ia akan MENYATU, BERPELUKAN seperti air sesuai wadah KEBIJAKSANAANYA.
Ia mampu meregangkan "kepadatannya" mengikuti situasi dan kondisi dimana dia berada.
Pada situasi yang panas dia akan "menguap" menjadi uap air,
pada keadaan dingin dia pun bisa turun menjadi EMBUN PENYEJUK di pagi hari dan pada keadaan dingin yang ekstrim dia mampu "membatu" menjadi es dan bertahan dalam kondisi tersebut, hingga suhu kembali normal dan dia kembali ke wujudnya yang semula.
Itulah "BIJAKSANA"
Aristotle mengatakan :
KNOWING YOURSELF IS THE BEGINNING OFALL WISDOM
Oleh karenanya mari instropeksi diri kita, seberapa "cair" kah diri kita ?
Seberapa bijak kah kita.?
SEMAKIN BIJAKSANA
Seseorang semakin dia tahu bahwa dia tidak tahu apa-apa.
Semoga semuanya BERBAHAGIA ....
RAHAYU 🙏



0 komentar:
Posting Komentar
Kumaha tah saur anjeun.....