KONSEP SOSIAL AGAMA BUNG KARNO
![]() |
| KI RASA |
Dalam agama tidak hanya terdapat aspek 'Ortodoksi' (ajaran yang benar), tetapi lebih penting lagi 'Ortopraksi' (praktek hidup yang benar).
Bagi Bung Karno, Islam juga 'the religion of peace'. Religi perdamaian, yang darinya memancar 'semangat spiritualitas semesta'. Tanpa diskriminasi, tanpa kekerasan.
Karena itu 'Assalamu'alaikum' Soekarno, berlaku juga bagi Cindy Adams yang Kristen, bahkan kuasa usaha Uni Soviet yang Komunis.
(Y. B. Mangunwijaya, "Lidah Bung Karno", Kompas, 26 Juni 1985).
Sebab bukankah misi Islam adalah 'Rahmatan lil 'alamin' (rahmat bagi semesta alam).
Baru sampai di sini, pasti sudah mengundang kontroversi. Belum lagi, menurut Louis Ficher, (The Story of Indonesia, New York, 1959. Louis Ficher), Bung Karno pernah mengatakan bahwa dirinya sekaligus Islam, Hindu, dan Kristen. Nah, yang ini pasti lebih seru lagi.
Tetapi terlepas dari semua itu, hanya Tuhan dan sejarah jua yang akan menjadi hakim atas pemikiran-pemikiran Bung Karno. "Li 'an minasy syamari tu'rafusy syajarah" (Dari buahnya pohon itu dikenal), demikian ungkapan dari Kitab Injil dari bahasa Arab.
Dan fakta berkata, suka atau tidak suka, nyatanya berkat pandangan spiritualitasnya yang lapang itu, Bung Karno dengan Pancasila yang dipersembahkan sebagai jiwa bangsa itu, Indonesia tidak tercerai berai seperti negara-negara Afrika.
Merdeka tetapi terpecah-pecah. Kita juga tidak mengalami 'Tragedi India dan Pakistan', yang harus berpisah hanya karena perbedaan Agama.
(Sumber: Religi dan Religiusitas Bung Karno. Bambang Noorsena)
#JasMerah
#MengenangSangAdipatiKarna




0 komentar:
Posting Komentar
Kumaha tah saur anjeun.....