BARNER BLOGGER

Blog Sejarah Seni dan Budaya

KIRIM CERITA ANDA KE EMAIL KAMI

RENUNGAN JIWA ENCUM NURHIDAYAT

Lencana Facebook

Entri Populer

IKLAN BLOG

PENGUNJUNG/ PEMBACA

CERITA PENGUASA CIREBON PASKA WAFAT SYEH SYARIF HIDAYATULLAH




Kesultanan Cirebon Memiliki empat keraton, yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kaprabonan.
Di antara semuanya, Keraton Kasepuhan (Pakungwati) merupakan yang tertua dan terluas.
Keraton Kasepuhan kini dipimpin oleh Sultan Sepuh XIV bernama Pangeran Radja Adipati Arief Natadiningrat. Beliau merupakan keturunan dari salah satu Wali Songo, yaitu Syekh Syarif Hidayatullah atau lebih dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati.
Dikutip dari Baluarti Kraton Kasepuhan Cirebon karya E. Nurmas Argadikusuma, Sunan Gunung Jati memiliki peran penting dalam proses penyebaran Agama Islam di Pulau Jawa dan Cirebon adalah sebagai pusatnya.
Sunan Gunung Jati menikah dengan sepupunya, Ratu Ayu Pakungwati, yang merupakan anak dari Pangeran Cakrabuwana.
Pangeran Cakrabuwana adalah putra mahkota dari Kerajaan Pajajaran. Sejak menikah, Sunan Gunung Jati dinobatkan sebagai pemimpin Kota Cirebon.
Ratu Ayu Pakungwati dibuatkan sebuah keraton oleh ayahandanya yang disebut Keraton Pakungwati atau Dalem Agung Pakungwati pada tahun 1430 M.
Ini adalah cikal bakal dari berdirinya keempat keraton yang ada di Cirebon, termasuk Keraton Kasepuhan. Hingga akhirnya pada tahun 1568 M Sunan Gunung Jati wafat dan takhtanya digantikan oleh cicitnya, Pangeran Emas Zainul Arifin, sampai tahun 1649 M.

Selanjutnya keraton dipimpin oleh Pangeran Girilaya rentang tahun 1649-1662 M.

0 komentar:

Posting Komentar

Kumaha tah saur anjeun.....

adsense

MUTIARA HATIKU