BARNER BLOGGER

Blog Sejarah Seni dan Budaya

KIRIM CERITA ANDA KE EMAIL KAMI

RENUNGAN JIWA ENCUM NURHIDAYAT

Lencana Facebook

Entri Populer

IKLAN BLOG

PENGUNJUNG/ PEMBACA

FAKTA DARI INJIL BARNABAS

Adapun yang dimaksud dengan apocryph secara umum berarti beragam kitab-kitab keagamaan yang sumbernya tidak jelas, dan secara khusus sekelompok dari 14 kitab yang ditolak (not considered canonical). Dalam pandangan Nasrani Injil Barnabas dianggap apocryph oleh karena isinya bertentangan dengan keempat Injil dalam Perjanjian Baru. Barnabas adalah salah seorang di antara ke-12 hawariyyun yang mendapat tugas khusus dari Nabi ‘Isa AS untuk menulis Injil. “And Jesus turned himself to him who writeth, and said: ‘See Barnabas, that by all means thou write my gospel concerning all that happened through my dwelling in the world’. ” (B-221).

“Dan ‘Isa berpaling kepada dia yang menulis (maksudnya diri Barnabas) sambil berkata: ‘Hai Barnabas betapapun juga kamu tuliskan Injil saya mengenai semua kejadian yang telah berlangasung dalam perteduhan saya di dunia ini’.”

Dalam Injil Barnabas disebutkan bahwa yang ditangkap oleh tentara Romawi, kemudian disalib bukanlah Nabi ‘Isa AS, melainkan Yudas Iscariot. Mari kita baca: (B-215).” “Tatkala serdadu-serdadu itu bersama dengan Yudas mendekati tempat ‘Isa berada, ‘Isa mendengar banyak orang datang mendekat, ia menarik diri ke dalam rumah. Dan kesebelas orang (hawariyyun) sedang tidur. Malaikat-malaikat suci datang dan membawa ‘Isa keluar melalui jendela yang menghadap ke Selatan.”


Untuk menghemat ruangan selanjutnya hanya terjemahannya saja. “Di depan semua (serdadu-serdadu) Yudas melesat masuk ke dalam ruang tempat ‘Isa’ yang baru saja dibawa (malaikat-malaikat) . Dan para hawariyyun sedang tidur. Dalam pada itu Tuhan bertindak secara mentakjubkan sedemikian rupa sehingga Yudas diserupakan seperti ‘Isa dalam berbicara dan wajah. Serdadu-serdadu itu masuk lalu menangkap Yudas, sebab dalam segalanya ia serupa dengan ‘Isa (B-216).”

“Demikianlah mereka membawa Yudas ke bukit Calvary, dan di situ mereka menyalibnya dalam keadaan telanjang. Yudas sama sekali tidak dapat berbuat apa-apa kecuali berteriak: ‘Tuhan, mengapa Dikau menelantarkan saya’ (B-217).”

‘Isa menyahut sambil memeluk ibunya: “Percayalah kepadaku ibu,sesungguhnya saya katakan kepadamu saya sama sekali tidak mati (B-218).

“Sesungguhnya saya katakan kepadamu, saya tidak mati melainkan Yudas si pengkhianat (B-221).”

0 komentar:

Posting Komentar

Kumaha tah saur anjeun.....

adsense

MUTIARA HATIKU