PROBLEM PENYULUH THLTBPP
Tiga tahun rampung kami menjalankan tugas, sebagai penyuluh THL-TBPP hal yang dapat kami petik di antaranya; juknis dan modul penyuluhan pertanian sepertinya harus terus diperbaharui secara periodik, selain transfer dibekali masalah teknis dan teknologi pertanian, para petugas harus banyak dilatih bagaimana studi kasus, memanajemen konflik, forum-forum laporan direvisi kalau bisa disederhanakan menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan juga harus rutin diperiksa secara seksama oleh pejabat yang berwenang.
Penulis merasa bahwa para PPL kita bukannya tidak tahu mengenai perubahan iklim global dan iklim ekstrim yang berimplikasi terhadap perubahan masa tanam, penurunan kualitas lingkungan pertanian menyangkut tanah, air dan udara yang berimplikasi terhadap penurunan hasil panen. Berkurangnya jumlah areal pertanian sementara jumlah penduduk terus meningkat yang berimplikasi terhadap bahaya kelaparan/rawan pangan.
Tidak, para PPL bukan berarti tidak menyadari hal tersebut, tetapi para penyuluh kita pusing dijejali problematika keseharian yang seringkali menguras pikiran tenaga dan waktu efektif kerja di kantor. Begitu pula di kalangan petani, mereka sudah sering mendengar tentang pentingnya bahan organik bagi lahan pertaniannya, mereka tahu kalau domba ingin cepat besar harus rutin diberi konsentrat dan obat cacing, merekapun sudah lama tahu tentang dosis pemupukan berimbang, PHT dan PET.
Lagi-lagi masalahnya mereka bukan karena para petani tidak tahu, tetapi masalahnya adalah mereka tidak paham, karena sudah terlalu banyak memikul masalah, sehingga tidak muat lagi menanggapi informasi dan teknologi yang harus diterima. Maka tidak heran apabila banyak bantuan dari pemerintah terutama dalam bentuk bantuan langsung yang menguap tak tentu rimbanya. Habis dengan akar-akarnya.
Tantangan ke Depan
Oleh karena itu Insya Allah di tahun keempat bertugas penulis menyadari bahwa tahun ini adalah tahun yang istimewa, bukan karena kontraknya yang hanya delapan bulan. Tetapi tahun ini adalah tahun penentuan untuk menilai sejauh mana efektivitas program rekrutmen THL TBPP dalam mendampingi program-program Kementerian Pertanian dan dalam pembangunan pertanian.
Apakah pihak Kementerian akan kembali mengunggulkan program yang bersifat bantuan langsung kepada masyarakat petani, atau mensinergikan dengan pembangunan SDM pertanian baik PPL maupun petaninya secara kontinyu dan simultan.
sumber: Sinartani




0 komentar:
Posting Komentar
Kumaha tah saur anjeun.....