BERFIKIR DENGAN IKLAS IHKLAS MENGHADAPKAN DIRI KEPADA ALLOH L
Agar sebuah perenungan menghasilkan manfaat dan
seterusnya menghantarkan kepada sebuah kesimpulan yang benar, maka seseorang
harus berpikir positif. Misalnya: seseorang melihat orang lain dengan
penampilan fisik yang lebih baik dari dirinya. Ia lalu merasa dirinya rendah
karena kekurangan yang ada pada fisiknya dibandingkan dengan orang tersebut
yang tampak lebih rupawan. Atau ia merasa iri terhadap orang tersebut. Ini
adalah pikiran yang tidak dikehendaki Allah.
Jika ridha Allah yang dicari, maka seharusnya ia menganggap bagusnya bentuk rupa orang yang ia lihat sebagai wujud dari ciptaan Allah yang sempurna. Dengan melihat orang yang rupawan sebagai sebuah keindahan yang Allah ciptakan akan memberikannya kepuasan. Ia berdoa kepada Allah agar menambah keindahan orang tersebut di akhirat. Sedang untuk dirinya sendiri, ia juga meminta kepada Allah agar dikaruniai keindahan yang hakiki dan abadi di akhirat kelak. Hal serupa seringkali dialami oleh seorang hamba yang sedang diuji oleh Allah untuk mengetahui apakah dalam ujian tersebut ia menunjukkan perilaku serta pola pikir yang baik yang diridhai Allah atau sebaliknya.
Keberhasilan dalam menempuh ujian tersebut, yakni dalam
melakukan perenungan ataupun proses berpikir yang mendatangkan kebahagiaan di
akhirat, masih ditentukan oleh kemauannya dalam mengambil pelajaran atau
peringatan dari apa yang ia renungkan. Karena itu, sangatlah ditekankan disini
bahwa seseorang hendaknya selalu berpikir secara ikhlas sambil menghadapkan
diri kepada Allah. Allah berfirman dalam Al-Qur'an :



0 komentar:
Posting Komentar
Kumaha tah saur anjeun.....